Anxiety


Teknik – teknik peredaan ketegangan
Dalam uraian-uraian terdahulu telah dibicarakan secara luas masalah anxiety dan pengaruh-pengaruhnya terhadap usaha serta prestasi atlit. Akan tetapi, hanya mengetahui “the what” saja mengapa atlit takut tanpa mengetahui”the how” atau bagaimana cara penyembuhannya tidaklah banyak manfaatnya. Dengan pengetahuan mengenai cara penyembuhannya, kita seringkali dapat menyusun teori-teori dan strategi serta menciptakan situasi guna menolong atlit menghilangkan atau sekurang-kurangnya meredakan anxiety. Hal ini bukanlah berarti bahwa pelatih dapat bertindak sebagai seorang psikiater atau psikolog, akan tetapi dia harus dapat mengenal (recognize) isyarat-isyarat atau pertanda-pertanda takut yang berlebihan pada atlit untuk kemudian menyaringnya, mana kira-kira yang berada dalam kemampuannya untuk menangani dan mana adalah bidang garapan psikiatris atau psikolog.

1.  Aktivasi
Istilah activation (Aktivasi) atau gugahan mengacu kepada kesiapan psikologis seorang dalam menghadapi suatu aktivitas misalnya pertandingan. Activation atau arousal harus dibedakan pengertiannya dari anxiety, meskipun anxiety juga merupakan suatu gugahan psikologis dalam menghadapi suatu aktivitas atau event. Akan tetapi anxiety mengacu kepada gugahan yang tinggi yang biasanya menyebabkan orang merasa kurang enak (uncomfortable).
Aktivasi dan anxiety akan selalu ada dan tidak mungkin dihindari dalam setiap pertandingan. Tantangan bagi pelatih adalah, bagaimana menolong atlit untuk mengenal (recognize) aktivasi dan respons-respons anxiety, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap situasi-situasi yang dihadapi, terutama situasi-situasi yang kurang enak dan kurang menggembirakan baginya. Kemampuan untuk menyetel dan mengatur tingkat anxiety dan tingkat aktivasi sebelum dan selama pertandingan merupakan skill yang sangat penting guna memperoleh prestasi yang setinggi-tingginya.
Setiap atlit mempunyai cara atau tekniknya sendiri dalam mempersiapkan diri secara psikologis menghadapi suatu pertandingan. Sesuai dengan ciri kepribadiannya, ada atlit yang memilih menyendiri dalam mengatur siasatnya mempersiapkan diri sebelum bertanding, oleh karena dengan anxiety atau aktivasi yang rendah dia bisa berprestasi lebih baik.
Akan tetapi ada pula atlit-atlit yang perlu atau ingin digugah, malah dibakar emosinya sebelum bertanding. Oleh karena dengan demikian dia akan merasa lebih siap. Bagi low anxiety performer (atlit yang membutuhkan anxiety yang rendah sebelum bertanding), gugahan atau cara penyemangatan demikian mungkin justru akan menyebabkan konsentrasinya hilang. Oleh karena itu seorang pelatih harus jeli dan pandai-pandai memperkirakan tingkat aktivasi yang bagaimana yang paling cocok bagi setiap atlitnya agar mereka dapat tampil sebaik mungkin dan berprestasi seoptimal mungkin. Susahnya memang tidak ada “satu-satunya cara yang terbaik” dalam menggugah emosi mereka sebelum pertandingan. Dan belum tentu metode-metode inovatif dan kreatif yang ternyata berhasil dan efektif dalam suatu situasi tertentu akan juga efektif dalam situasi lain sekalipun diterapkan oleh pelatih yang sama.

Pos ini dipublikasikan di kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s