MERANGSANG GERAK REAKSI OLAHRAGAWAN BULUTANGKIS DENGAN MENGGUNAKAN BOLA LAMPU.


PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Menyoroti tentang prestasi olahraga bulutangkis di Indonesia pada beberapa tahun terakhir sungguh memprihatinkan, padahal pada beberapa tahun sebelumya dapat dilihat prestasi yang mampu diraih Indonesia dalam mengikuti ajang even internasional, Indonesia mampu bicara banyak dan selalu menjadi juara dalam even-even tersebut. Dapat dilihat sejak tahun 60-an. Indonesia memegang peran penting dalam even-even international.(Admin, 2008)

Penurunan prestasi bulutangkis diindonesia dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari atlit bulutangkis yang ada diindonesia, kurang adanya pemanfaatan teknologi yang ada dan beberapa faktor lain yang berperan penting. Dari factor teknologi dan fariasi latihan yang kurang ini akan sangat berpengaruh apa lagi bagi atlit bulutangkis pemula atau anak-anak. Atlit pemula dalam suatu prestasi olahraga adalah sebagai tombak masa depan karena mereka yang akan menjadi harapan kita dimasa yang akan datang. Namun kini atlit-atlit tersebut masih tidak mampu bersaing dengan atlit-atlit yang dicetak luar negri seperti China,Korea Selatan dan negara-negara lain. Dilihat dari model latihan yang digunakan mereka sudah menerapkan pola model latihan yang sangat modern.(Renly , 2009)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dulu atlit Indonesia mampu menjuarai dan sekarang Indonesia terpuruk dalam hal ini?  Apakah Indonesia tidak menerapkan apa yang dulu atlit indoensia tempuh saat melakukan latihan seperti Rudi hartono dan Susi susanti lakukan? Tapi bukan ini masalah yang sebenarnya kita hadapi, masalah yang kita hadapi adalah teknologi. Di negara lain seperti cina dan korea dalam sebuah latihan dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan perubahan yang selalu selangkah lebih maju dan mengutamakan keefisienan dan keefektifan suatu latihan. Sedangkan di negara kita masih bertumpu pada model latihan yang pernah digunakan oleh atlit-atlit Indoesia yang pernah Berjaya di Eranya padahal dilihat dari keefektifan dan kefisienanya latihan seperti itu pada era saat ini sangatlah jauh tertinggal di bandingkan negara – negara lain dan kurang dapat memanfaatkan teknologi yang ada dalam sebuah latihan. (Metro Sport, 2010)

Dan latihan itu sendiri merupakan sebuah pondasi sukses bagi seorang atlit. Tak mungkin seorang atlit mencapai prestasi yang sangat tinggi tanpa sebuah latihan yang sangat berat. Di Indonesia banyak sekali bibit-bibit atlit olahraga yang dalam hal ini olahraga bulutangkis yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dapat bersaing di kancah internasional. Kita lihat kebelakang banyak kita temui pemusatan-pemusatan latihan dari tingkat daerah mulai Kabupaten sampai tingkat pusat.Dan bahkan dulu di PB Djarum Kudus banyak di jumpai atlit-atlit dari luar negeri yang berlatih bulutangkis di sana. Ini di karenakan prestasi atlit bulutangkis di Indonesia merangsang mereka untuk ingin berlatih dan mendalami model latihan yang di gunakan Indonesia di masa itu. Dari sini dapat kita lihat kejayaan dan sumbangsih Indonesia dalam perkembangan bidang olahraga bulutangkis di dunia pada era tersebut.(Admin, 2008)

Seharusnya dengan di dasari prestasi bulutangkis Indonesia pada tahun 60-an, Indonesia seharusnya mampu mempertahankan atau meningkatkan prestasi yang dimiliki. Tidak hanya di dasari prestasi yang pernah di capai saja namun, untuk memajukan prestasi bulutanglis yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki beberapa factor pendukung salah satunya adalah Indonesia memiliki bibit – bibit kecil yang mempunyai bakat yang cukup luar biasa. Tapi hal ini sangat di sayangkan karena bibit-bibit kecil ini kurang mampu dimanfaatkan dengan maksimal. Kenyataan ini terjadi karena model latihan yang kurang efektif dan efisien. Karena dalam sebuah latihan bulutangkis dibutuhkan beberapa factor penting. Salah satunya adalah kecepatan dan kita ketahui dalam sebuah permainan bulutangkis kecepatan merupakan sebuah komponen penting disamping komponen-komponen lain yang tak kalah penting. Dan di lihat ketika atlit Indonesia bertanding melawan atlit Cina ataupun Korea, Indonesia terlihat sangat lamban dalam pergerakannya.

Dan apabila kita lihat latihan-latihan bulutangkis di Indonesia sebagian besar masih menggunakan cara latihan yang sederhana. Padahal latihan ini sangatlah kurang maksimal karena di jaman yang serba canggih ini telah banyak penemuan-penemuan yang dapat membantu suatu model latihan agar menjadi lebih maksimal. Seperti di Negara-negara maju lainnya suatu proses latihan sangat berdekatan dengan kemajuan teknologi. Para pemain atau bekas pemain terbaik china mengeluarkan suatu video latihan dan factor faktor untuk kalangan luas bagaimana bermain bulutangkis. (Renly, 2009)

Dari contoh Negara yang maju dalam prestasi bulutangkis ini kita seharusnya berani mencoba untk membantu memulihkan prestasi yang ada diindonesia dengan memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin dan memfokuskan pada kelemahan yang ada pada atlit kita yang banyak dijumpai pada factor kurangnya kecepatan gerakan mereka.

Tapi sungguh disayangkan jika kita membiarkan bibit-bibit kecil yang menjadi penopang kita dimasa tua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut dari kita semua guna memperbaiki prestasi Bulutangkis yang ada diindonesia. Ini akan menjadai ketakutan Indonesia jika kita tertinggal jauh dengan prestasi Negara-negara lain yang dapat menenggelamkan Indonesia dibidang olahraga bulutangkis yang pernah menjadi tombak prestasi Indonesia untuk mengenalkan Indonesia dimata dunia. Kejadian mengenai kekalahan Indonesia pada akhir-akhir ini sudah cukup sebagai cambuk untuk mulai bangkit mengembalikan Indonesia menjadi Negara yang selalu berbicara di kancah internasiona.

Berdasarkan masalah yang telah diuraikan di atas, penulis bermaksud mengusulkan suatu pemanfaatan baru dari bola lampu sebagai alternative alat untuk membantu proses latihan dalam olahraga bulutangkis. Hal ini disebabkan dalam sebuah permainan bulutangkis kecepatan merupakan suatu hal pokok yang harus dimiliki seorang atlit dan melihat dari pengalaman selama bertanding melawan atlit negara lain Indonesia selalu kalah pada faktor kecepatan gerak. Pelatihan kecepatan olahraga bulutangkis sebenarnya sudah dilakukan oleh para pelatih akan tetapi proses pemberiannya kurang maksimal karena masih menggunakan bantuan manusia sebagai mediator. Oleh karena itu pada program ini penulis akan memberikan gagasan baru berupa boal lampu yang dimanfaatkan untuk melatih gerak reaksi atlit bulutangkis pemula sebagai solusi pengganti tenaga manusia. Dan diharapkan dengan ini suatu program latihan dapat berjalan dengan maksimal.

TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan program ini adalah sebagai berikut :

  • · Untuk meningkatkan suatu latihan dalam olahraga bulutangkis dengan memanfaatkan bola lampu sebagai media pembantu.
  • · Untuk menjadikan sebuah latihan lebih efektif dan lebih efisien dengan menggunakan bantuan bola lampu sebagai perangsang kecepatan gerak.

Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari pembahasan program ini adalah sebagai berikut.

Bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa, program ini sangat berguna sebagai bahan motivasi dan referensi untuk mengkaji lebih dalam antara kedekatan atau hubungan antara bidang olahraga dengan kemajuan teknologi.

Bagi pemerintah

Bagi pemerintah, program ini sangat berguna sebagai salah satu alternatif dalam sebuah penerapan model latihan dalam suatu bidang olahraga.

GAGASAN

Kondisi Terkini di Masyarakat Terkait Latihan kecepatan dalam oahraga bulutangkis.

Kecepatan gerak adalah kemampuan untuk melaksanakan gerak gerak yang sama atau tidak sama secepat mungkin.Kecepatan reaksi. Kecepatan reaksi adalah waktu yang dibutuhkan untuk memberi jawaban gerak setelah menerima suatu rangsangan. Dan kedua hal itu harus benar-benar di latih dengan serius  dan memerlukan teknik-teknik khusus agar sasaran yang di tuju dapat terpenuhi dengan maksimal. Dan dalam kenyataannya program latihan yang dilakukan seorang pelatih masih belum mencapai sasaran yang di harapkan. (Toni Hermanto, 2010)

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu bergerak tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan ini berkaitan erat antara kecepatan dan kelentukan. Tanpa unsur keduanya baik, seseorang tidak dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, faktor keseimbangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kelincahan seseorang. Namun, model-model variasai latihan kecepatan ataupun kelincahan sanagt di butuhkan untuk memotivasi para atlit agar ia tidak merasa bosan dan tertarik denagn latihan yang diterapkan.(FPOK-UPI, 2010).

Disini dapat dilihat kecepatan ialah sebuah kebutuhan pokok dalam sebuah cabang olahraga. Bahkan tak ada olahraga yang tidak memerlukan sebuah kecepatan.Kecepatan juga merupakan sebuah variabel untuk aspek lainnya.dan banyak model ataupun variasi-variasi latihan untuk meningkatkan suatu kecepatan yang di miliki seorang atlit yang tentunya latihannya harus di sesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga itu sendiri.

Aspek kecepatan dalam bulutangkis sangat penting. Pemain harus bergerak dengan cepat untuk menutup setiap sudut-sudut lapangan sambil menjangkau atau memukul kok dengan cepat. Cara untuk bergerak cepat adalah melatih kecepatan tungkai/kaki. Aspek kecepatan dalam bulutangkis juga bermakna pemain harus cekatan dalam mengubah arah gerak dengan tiba-tiba, tanpa kehilangan momen keseimbangan tubuh (agilitas). Dan sebagian besar masalah yang menghinggapi  atlit bulutangkis Indonesia adalah mengubah arah gerak yang lamban sehingga ia selalu kehilangan momen untuk menjangkau bola lebih cepat.(PB PBSI,2010)

Indera penglihatan sangatlah penting dalam kehidupan kita tanpa mata kita tak akan bisa berbuat banyak. Juga dalam kegiatan olahraga bulutangkis mata ialah modal penting yang di butuhkan. Bayangkan kita dapat mengembalikan pukulan smash yang berkecepatan 100 mph dan itu karena kecepatan mata kita dalam menangkap rangsangan itu. Dan otomatis dari mata akan menuju otak dan di lanjutkanmenuju bagian tubuh  kita untuk cepat dalam bergerak menghalau smash tersebut. Namun latihan kecepatan yang digunakan di pusat – pusat latihan bulutangkis di negara kita ini kurang dapat melihat masalah ini.(Admin, 2010)

Solusi yang Pernah Diterapkan dalam Pelatihan Kecepatan olahraga bulutangkis

Latihan Loncat Bangku/Gawang ,Latihan ini berfungsi untuk membina kekuatan tungkai, konsentrasi, dan kecepatan gerak yang dibutuhkan dalam permainan. Bangku atau gawang dibuat dengan berbagai ukuran tinggi antara lain 40, 50, 70, 80 cm. Alat ini berfungsi sebagai alat pemberat, rintangan, tantangan, agar pemain terpacu untuk mengatasinya. Proses kerja “overload’ (beban lebih) dengan menggunakan beban rintangan ini, latihan makin terasa berat bagi pemain.
Dalam pelaksanaan latihan, pelatih harus terampil meletakkan gawang/bangku itu sesuai dengan tujuan latihan dan kebutuhan pemain. (Pedoman Praktis Bermain Bulutangkis, 2010)

Latihan Bayangan atau yang biasa kita kenal dengan kata Shadow ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan gerak kaki, kecepatan, serta daya tahan. Latihan ini dapat dijadikan sebagai program khusus, rutin bagi pemain agar langkah dan gerakan kaki (footwork) senantiasa ditingkatkan dan dipelihara terus. Karena gerakan kaki ini juga sangat menentukan dalam olahraga bulutangkis selain aspek memukul.(Pedoman Praktis Bermain Bulutangkis,2010)
Bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan antara lain:Lari cepat dalam jarak dekat, lari bolak-balik, jarak enam meter (shuttle run), tingkatkan kualitas latihan dengan menggunakan beban, rintangan, dan lain-lain dan jongkok-berdiri dan diikuti lari cepat dalam jarak dekat pula.(PB PBSI,2010)

Bentuk latihan kelincahan dapat dilakukan dalam bentuk lari bolak-balik (shuttle-run), lari kulak-kelok (zig-zag run), jongkok-berdiri (squat-thrust), dan sejenis lainnya.(PB Djarum, 2010)

Kondisi Kekinian yang Dapat Diperbaiki Melalui Gagasan yang Diajukan.

Dalam kenyataannya, olahraga bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang memerlukan koordinasi gerak yang sangat baik antara seluruh anggota tubuh. Dan mata merupakan salah satu anggota tubuh yang pertama menerima rangsang.  Setelah itu baru dilanjutkan ke anggota tubuh lainnya. Dan untuk mengantisipasi permasalahan kecepatan gerak dan daya tangkap mata pada shuttlecock dalam olahraga bulutangkis. Penulis mengajukan sebuah terobosan baru dalam pelatihan kecepatan atlit bulutangkis dengan menggunakan bola lampu. Di sini bola lampu di letakkan di 6 titik diaman titik-titik ersebut merupakan titik peting dalam permainan bulutangkis.

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Lapangan bulutangkis dengan menggunakan lampu di 6 titik

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Model lampu dan remote kontrolnya

Dengan gagasan ini seorang atlit bulutangkis dapat melatih kecepatannya dalam melakukan gerakan-gerakan bulutangkis atau saat mengambil bola pada ke enam titik tersebut. Dengan begitu di harapkan seorang atlit bulutangkis mempunyai kecepatan mengantar impuls yang baik dari indera penglihatan menuju ke otak dan akan di teruskan ke anggota badan lainnya. Selain itu juga

Penglihatan / Visual

Letak mata didalam rongga mata yang dilapisi/beralaskan lapisan lemak. Manusia melihat benda melalui jaras penglihatan di mata. Cahaya datang dan mengenai retina sebagai impuls. Impuls ini diteruskan melalui n.opticus. Di chiasma opticum, semua serabut dari bagian nasal retina menyebrangi garis tengah dan bergabung dengan serabut yang berasal dari temporal retina sehingga terbentuk tractus opticus. Serabut dari tractus opticus bersinaps di corpus geniculatum lateral dan dari sini serabut-serabut geniculocalcarina berjalan melalui radiatio optica atau disebut juga tractus geniculocalcarina. Impuls yang berjalan melalui radiatio optica 19 diteruskan menuju korteks penglihatan primer yang terletak pada sulcus calcarinus lobus occipitalis (Wisnu Prakasa,2006)

Pendengaran / Audio

Kecepatan suara manusia, tentunya juga tidak dapat melawan kecepatan daya lihat dari mata manusia. Daya lihat manusia merupakan daya tangkap dari kecepatan cahaya. Walaupun kecepatan cahaya demikian luar biasa, tetapi kecepatan pikiran manusia jauh melampau kecepatan cahaya. Dimana daya pikir manusia dapat menampakkan berbagai gambaran dalam sekejab. Manusia dapat menimbulkan berbagai gambaran dalam sekejab tanpa harus melihatnya. (Wisnu Prakasa,2006)

Terdapat 6 wilayah yang dapat meningkatkan kecepatan (Dick, 1989) , antara lain:

a. Melatih reaksi dengan sinyal

b. Mempercepat kapasitas gerak

c. Kapasitas untuk mengatur keseimbangan kecepatan

d. Meningkatkan prestasi dari kecepatan maksimum

e. Kapasitas mempertahankan kecepatan maksimum

f. Kapasitas akhir dari pengaruh faktor daya tahan pada kecepatan.

Latihan dengan menggunakan alat bola lampu ini sangat lah mudah. Pelatih hanya tinggal menekan remote yang telah tersalur dengan lampu-lampu yang berada di ke enam titik di lapangan. Dan menu di dalam remote itu sendiri berupa tombol -tombol pilihan untuk menyalakan lampu-lampu yang ada pada lapangan bulu tangkis. Atlit yang dalam latihan ini berada di titik tengah karena titik tengah merupakan titik pusat dalam suatu permainan bulutangkis. Dan apabila salah satu lampu menyala maka pemain tersebut melangkah menuju arah lampu tersebut dan setelah itu ia harus kembali ke titik tengah/pusat terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan kearah lampu yang menyala selanjutnya. Alat ini juga dapat di setting secara otomatis atau lampu dapat menyala sendiri secara bergantian dengan waktu pergantian nyala lampu yang telah di sesuaikan untuk melatih kecepatannya. Jadi seorang atlit bulutangkis dapat melakukan latihan kecepatan sendiri ini tanpa memerlukan bantuan orang lain. Dan gerakan latihan kecepatan  ini harus dilakukan dengan kecepatan yang tinggi agar dapat memberikan hasil latihan yang maksimal. Dengan alat ini maka keefektifan dan keefisienan dalam sebuah latihan kecepatan dalam olahraga bulutangkis dapat tercapai

Pihak-pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu Mengimplementasikan Gagasan yang Diajukan

Dalam penerapan program ini diperlukan pihak-pihak yang diharapkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan yang diajukan penulis. Adapun pihak-pihak yang dapat membantu mengimplementasikan gagasan ini sebagai berikut.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya pengimplementasian gagasan dalam program ini. Hal ini disebabkan PBSI merupakan lembaga tinggi di Indonesia yang bergerak dalam bidang olahraga bulutangkis. Peranan PBSI dalam mengimplementasikan gagasan inidapat berupa pemberian sosialisasi terhadap pengurus-pengurus olahraga bulutangkis atau PBSI tingkat daerah, PBSI tingkat provinsi dan lembaga-lembaga atau klub – klub bulutangkis tentang adanya suatu alat berupa bola lampu yang dapat melatih kecepatan seorang atlit bulutangkis untuk mencapai suatu latihan yang efektif dan efisien.

Pelatih

Pelatih  memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya pengimplementasian gagasan pada program ini. Hal ini disebabkan peran pelatih terhadap penanganan para atlet yang dibinanya sangat tinggi. Sebagai pihak yang menangani para atlet secara langsung, pelatih merupakan pihak terpenting yang dapat membantu mengimplementasikan gagasan pada program ini, yaitu dengan cara menerapkan latihan ini untuk melatih kecepatan atlitnya dan pelatih juga dapat lebih teliti untuk mengukur tingkat kecepatan atlinya dalam melakukan gerakan yang berupa rangsangan cahaya ini. Dan dengan gagasan program ini pelatih dapat membuat suatu program latihan yang lebih efekti dan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Atlet

Atlet sebagai sasaran utama dalam penerapan program ini memiliki peranan yang sangat penting demi terwujudnya gagasan pada program ini. Peran atlet dalam upaya pengimplementasian gagasan pada program ini adalah sebagai pelaku utama, dengan menggunakan alat ini diharapkan atlit dapat mandiri dalam melatih kecepatan geraknya dalam olahraga bulutangkis tanpa menunggu jadwal latihan dari pelatih. Alat bola lampu ini sangatlah bermanfaat bagi para atlit bulutangkis karena ia dapat berlatih sendiri atau menambah porsi latihan sendiri taoi dengan manfaat atau hasil yang maksimal.

Langkah yang Harus Dilakukan untuk Mengimplementasikan Gagasan

Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengimplementasian gagasan seperti yang telah diuraikan di atas, maka diperlukan langkah-langkah yang harus dilakukan agar pengimplementasian gagasan tersebut dapat terwujud. Langkah -langkahyang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah sebagai berikut.

  • · Mengadakan kunjungan ke Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mensosialisasikan tentang pemecahan masalahan latihan kecepatan bulutangkis yang dalam hal ini aspek kecepatan yang menjadi hal paling utama mengapa kita sekarang kalah dengan negara-negara lain. Dan menawarkan gagasan yang dalam program ini berupa suatu alat untuk melatih kecepatan gerak berupa bola lampu sebagai solusi latihan untuk kecepatan gerak yang efektif dan efisien dalam olahraga bulutangkis.
  • · Mengadakan penyuluhan ke pelatih-pelatih olahraga bulutangkis di berbagai daerah dengan mensosialisasikan dan menawarkan gagasan yang diajukan kepada pelatih-pelatih tersebut untuk diterapkan  kepada para atlet yang mereka bina.
  • · Mengadakan seminar olahraga bulutangkis yang dapat diikuti oleh pelatih -pelatih olahraga bulutangkis maupun atlit-atlit bulutangkis sendiri tentang pemanfaatan bola lampu untuk melatih kecepatan gerak yang efektif dan efisien.
  • · Memberikan informasi dalam bentuk brosur-brosur yang berisi tentang pemanfaatan bola lampu untuk melatih kecepatan gerak dalam olahraga bulutangkis.
  • · Membuat artikel untuk dikirim ke berbagai media massa seperti koran, majalah ataupun internet yang berisi solusi untuk mengatasi permasalahan kecepatan gerak  yaitu dengan pemanfaatan bola lampu untuk melatih kece patan gerak dalam olahraga bulutangkis.

KESIMPULAN

Gagasan yang Diajukan

Dalam mengatasi permasalahan kecepatan gerak ini diperlukan strategi khusus atau suatu terobosan terbaru untuk dapat memaksimalkan suatu latihan kecepatan gerak dalam olahraga bulutangkis. Salah satu solusinya dengan pemanfaatan bola lampu yang di tempatkan di keenam titik dalam lapangan bulutangkis untuk meltih kecepatan gerak yang di timbulkan dengan rangsangan cahaya. Hal ini di sebabkan dalam sebuah permainan bulutangkis alat yang digunakan yang berupa shuttlecocok yang menyerupai bentuk bola lampu dan yang menerima pertama kali rangsang shuttlecock ialah mata dan mata akan mampu melihat apabila obyek yang kita liat itu menerima cahaya yang dilanjutkan kearah indera penglihatan kita. Alat ini dapat di jadika suatu solusi untuk mempermudah tugas seorang pelatih dalam penyusunan suatu program latihan dan pengawasan pada atlitnya selain itu, penggunaan alat untuk melatih kecepatan gerak yang berupa bola lampu ini dapat di atur dengan otomatis. Hal ini dilakukan agar seorang atlit dapat melakukan latihan ini dengan mandiri tanpa memerlukan bantuan orang lain tapi tentunya dengan pengawasa seoranng pelatih. Latihan ini akan lebih maksimal apabila dilakukan dengan benar dan dengan tetap menjaga kecepatan.

Teknik Implementasi Gagasan yang Diajukan

Dalam mengimplementasikan gagasan pada program ini, teknik yang dilakukan penulis adalah dengan memberikan penyuluhan, sosialisasi dan menawarkan ke berbagai persatuan bulutangkis atau klub-klub bulutangkis tingkat daerah, provinsi maupun pusat  yang bergerak dalam bidang olahraga.

Selain dengan cara tersebut, penulis juga mengimplementasikan dengan cara mengadakan seminar olahraga yang dapat diikuti oleh pelatih – pelatih dan atlit terutama kalangan olahraga bulutangkis. Teknik lain yang dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah dengan menyebarluaskan informasi mengenai pemanfaatan bola lampu sebagi alat bantu untuk melatih kecepatan gerak dalam olahraga bulutangkis sebagai melalui pembuatan brosur-brosur . Teknik terakhir yang dilakukan untuk mengimplemen tasikan gagasan pada program ini adalah dengan mengirimkan artikel mengenai pemanfaatan bola lampu sebagai alat bantu melatih kecepatan gerak dalam bulutangkis ke berbagai media massa seperti koran, majalah dan internet sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi tersebut.

Prediksi Hasil yang Diperoleh Melalui Gagasan yang Diajukan

Gagasan pada program kreativitas mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada dunia keolahragaan Bulutangkis Indonesia. Melalui gagasan ini diharapkan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan kecepatan gerak dalam olahraga bulutangkis. Bagi para pelatih ini dapat dijadikan sebuah alat bantu yang dapat memaksimalkan latihan kecepatan dan bagi para atlet diharapkan dapat dijadikan sebagai alat untuk berlati secara mandiri untuk menambah porsi latihannya. Dengan demikian, permasalahan kecepatan gerak dalam olahraga bulutangkis di Indonesia dapat diatasi dengan penggunaan alat bantu untuk  melatih kecepatan dalam olahraga bulutangkis yang berupa bola lampu. Dan di harapkan dengan gagasan dalam program ini untuk ke depan prestasi bulutangkis di Indonesia dapat meningkat kembali atau bahkan dapat mengungguli negara-negara lain seperti Cina, Korea Selatan dan Denmark. Dari penjelasan tersebut diharapkan dengan penggunaan alat bantu yang digunakan untuk melatih kecepatan gerak yang berupa bola lampu dapat menjadikan latihan yang lebih efektif dan efisien dan dapat mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan apa yang diinginkan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s