2.1 Koefisien Korelasi

Besar kecilnya hubungan antar variabel dinyatakan dengan angka indeks yang disebut koefisien korelasi. Simbol yang digunakan untuk menyatakan koefisien korelasi dua variabel adalah r dan R untuk menyatakan koefisien korelasi lebih dari dua variabel atau koefisien korelasi ganda. Besarnya koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai +1. Koefisien korelasi -1 berarti korelasi negatif sempurna, sedangkan +1 berarti korelasi positif sempurna. Koefisien korelasi yang negative menunjukkan arah yang berbanding terbalik atau korelasi negatif. Sedangkan koefisien korelasi yang positif menunjukkan arah yang berbanding lurus atau korelasi positif.

Contoh : Penelitian untuk mengetahui hubungan antara variabel tinggi badan dan variabel tinggi lompatan.

Dalam penelitian ini, variabel tinggi badan (X) sebagai variabel bebas dan variabel tinggi lompatan (Y) sebagai variabel terikat. Penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan adanya hubungan yang bersifat korelatif, yaitu hubungan yang menunjukkan kecenderungan bahwa variasi variabel tinggi lompatan diikuti oleh variasi variabel tinggi badan.

 

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s