Permainan Bola Besar Sepak Bola


  1. Bermain dengan Menekankan Pada Penyerangan dan Pertahanan serta Praktek Mewasiti
    1. 1. Teknik Pola Penyerangan

Di dekat gawang lawan, pemain penyerang harus dapat dengan cepat mengambil kesempatan, akan mengoper bola kepada temannya atau menggiring bola.

Seorang penyerang hendaknya dapat mengambil keputusan tentang tujuan penyerangan. Misatnya seorang pemain sayap, kapan pemain tersebut memberikan bola lambung ke mulut gawang dan harus menggiring bola masuk ke daerah penalty.

  1. a. Pola penyerangan

1)        Pola melakukan gerakan tersusun

Setiap kesebetasan hendaklah mempelajari bagaimana melakukan gerakan-gerakan tersusun. Umpamanya gerakan-gerakan tersusun itudilakukan mulai dari bola pertama digulirkan, tendangan bebas, dan melemparkan bola.

2)        Pola mencari ruang kosong

Mencari ruang kosong adalah salah satu teknik terpenting dalam menyerang. Semua pemain hendaklah mencoba mencari ruang yang tidak terjaga, tidak peduli akan diberi bola atau tidak.

  1. 2. Pengetahuan Sistem Pola Permainan

Sistem permainan dapat dibedakan oleh:

  1. Formasi (susunan) dari barisan pertahanan (tanpa atau dengan libero)
  2. Jumlah pemain dari barisan penghubung (lapangan tengah)
  3. Jumlah dan susunan dari penyerang

Semua sistem tersebut merupakan perjuangan untuk mendapatkan golongan secara nyata.

1)      Sistem 1 – 4 – 2 – 4

Tim sepakbola Brasil telah lama menggunakan sistem ini dengan baik dan pas untuk pertama kalinya di Swedia pada babak final kejuaraan dunia pada tahun 1958.

  1. 3. Teknik Pola Pertahanan

Dasar permainan bertahan ialah Marking atau melakukan penjagaan dan penjagaan orang per orang (man to man) adalah pilihan satu per satu yang layak di daerah pertahanan, sekalipun sistem ini dapat diporak­porandakan oleh suatu kesebelasan yang baik. Walaupun demikian, penjagaan ini janganlah terlalu ketat seperti yang kita lihat pada kesebelasan ltalia.

Banyak kesebelasan elit dunia, dua pemain belakang tidak terpaku di garis belakang dan menjaga pemain lawan yang harus diawasi, melainkan ikut menyerang ke muka, bilamana terbuka kesempatan untuk melakukannya. Di lain pihak, banyak pelatih dan manajer kesebelasan yang kukuh mempertahankan sistem pertahanan dengan empat orang, baik ditempatkan berjajar atau tiga orang berdiri berjajar dan seorang bebas menjelajah di belakang dan secara konstan menjalankan sistem ini tanpa memperdulikan berapa banyak pemain depan lawan berada di daerah belakang suatu kesebalasan bertugas menjaga dua pemain lawan, apabila kesebelasan menerapkan pola 4 – 4 -2 atau 1 – 3 – 4 – 2, bahkan ada empat pemain belakang suatu kesebelasan hanya menjaga seorang pemain lawan dan ini terjadi dalam pertandingan tongkat internasional.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s