RELIABILITAS


Tes dikatakan reliabel jika pengukuran menggunakan tes tersebut  diperoleh hasil yang tetap. Kirkendal, Gruber dan Johnson (1980) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah tingkat ketetapan suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Lebih lanjut, reliabilitas mempunyai pengertian bahwa suatu  tes dapat diandalkan untuk mengumpulkan data. Dapat diandalkan berarti tes tersebut baik, sehingga dapat menghasilkan data yang benar sesuai dengan kenyataan.

Panjang  tes  mempunyai pengaruh  terhadap  reliabilitas. Yang dimaksud  panjang tes adalah jumlah pengetahuan, kemampuan atau keterampilan yang harus diukur, selain itu juga lama waktu  pelaksanaan.  Semakin  panjang  tes ada  kecenderungan semakin reliabel.

Derajad reliabilitas ditunjukkan dengan koefisien korelasi, rentangannya adalah antara -1 sampai dengan +1. Reliabilitas suatu tes ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi. Tentang besarnya koefisien reliabilitas suatu tes agar dapat digunakan sesuai dengan tujuan, Kirkendal, Gruber dan Johnson (1980) memberikan petunjuk sebagai berikut:

Excellent 0,90 – 1.00

High 0,80 – 0,89

Average 0,60 – 0,79

Unacceptable 0,00 – 0,59

 

Ada beberapa teknik untuk menaksir reliabilitas suatu tes, yaitu teknik ulangan (test-retest), teknik setara dan teknik belah dua (Verducci: 1980). Jika reliabilitas tes diperoleh dengan  teknik ulangan (test-retest), maka hanya digunakan satu perangkat tes. Pelaksanaannya adalah dilakukan pengukuran pertama kemudian menyusul dilakukan  pengukuran kedua menggunakan tes yang  sama. Selanjutnya menghitung korelasi antara data hasil pengukuran pertama dengan data hasil pengukuran kedua. Hasil korelasi antara data pengukuran pertama dan kedua seringkali disebut juga  koefisien stabilitas.

Reliabilitas yang diperoleh dengan teknik setara harus dibuat dua perangkat tes. Kemudian dilakukan pengukuran menggunakan dua instrumen secara bergantian.. Selanjutnya menghitung korelasi antara hasil dua bentuk tes tersebut. Hasil korelasi antara dua bentuk tes tersebut pada dasarnya mempunyai tingkat  kesetaraan  (koefisien  ekuivalen). Menurut Thomas dan Nelson (1990) teknik ini disebut juga metode paralel atau metode bergantian.

Teknik yang lain untuk menaksir reliabilitas tes adalah teknik belah dua. Reliabilitas tes dengan cara belah dua diperoleh dari dalam test itu sendiri. Suatu tes diberikan kepada sekelompok testi, kemudian skor-skor  tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua. Cara membelah dua  biasanya dilakukan dengan cara acak atau dengan cara mengelompokkan skor-skor percobaan nomor ganjil dan skor-skor percobaan nomor genap. Koefisien reliabilitas dengan cara belah dua diperoleh dengan melakukan analisis menggunakan teknik statistik  korelasi product moment. Setelah diperoleh koefisien reliabilitas separo tes dilanjutkan menghitung koefisien reliabilitas tes seutuhnya menggunakan rumus Spearman-Brown Prophecy. Koefisien korelasi yang diperoleh merupakan koefisien reliabilitas yang mengukur konsistensi internal (Verducci: 1980).

Untuk memperoleh reliabilitas  tes keterampilan olahraga dengan cara belah  dua hanya digunakan jika jumlah percobaan tes terdiri dari beberapa kali yang memungkinkan untuk dibelah (dikelompokkan) menjadi dua kelompok. Contoh: tes servis bola voli dilakulan sepuluh kali percobaan. Maka, ada sepuluh skor percobaan, dari percobaan pertama sampai dengan percobaan kesepuluh. Skor-skor tersebut dikelompokkan menjadi dua dilanjutkan menghitung  korelasi  antara belah pertama dan belah kedua. Kemudian dilanjutkan dengan  menghitung koefisien korelasi tes keseluruhan menggunakan rumus dari Spearman-Brown (Abdoellah: 1975). Cara membelah menjadi dua kelompok dapat dilakukan dengan cara acak (random) yaitu menggunakan bilangan random atau cara undian. Dapat pula dilakukan dengan mengelompokkan skor-skor percobaan nomor ganjil dan nomor genap.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s